Selasa, 18 Oktober 2022

DUNIA AKAN BERUBAH DITANGANMU APABILA DIRIMU MEMANG MAU BERUBAH

 

 


Umumnya di antara kita gampang takjub terhadap kehebatan orang. Tetapi seringkali gagal atau mungkin malas mendesain diri agar bisa menjadi orang sukses. Tidak sulit kita menemukan anak-anak hari ini yang bermental kerdil, berwawasan sempit, dan bersemangat rendah.

Sekali mencoba dan ternyata gagal biasanya orang langsung mundur dan menyudahi usahanya. Padahal sukses, prestasi, ilmu, itu tidak bisa diperoleh hanya dengan satu langkah belaka. Sukses, prestasi, dan ilmu itu tidak bisa dicapai kecuali dengan kesungguhan upaya dan doa.

Pepatah mengatakan, “A journey of a thousand miles begins with a single step” (Sebuah perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah, red)

Suatu hari, di sebuah forum anak-anak muda, seorang tokoh yang usianya telah senja memberi motivasi, “Kalian masih muda jadi masih banyak kesempatan luas,  untuk bisa menjadi leader dalam membangun peradaban Islam. Saya sudah cukup tua, jadi tidak punya energi sebesar energi anak muda. Sedari sekarang desainlah dirimu untuk menjadi bagian terpenting dari perjuangan Islam untuk menuju tegaknya peradaban Islam,” ujarnya.

Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup di era Soeharto dalam sebuah acara di Fakultas Ekonomi UI  mengatakn, “Saya termasuk orang yang kurang setuju dengan pola perjuangan mahasiswa belakangan ini yang masih meniru gaya lama. Mahasiswa turun demo itu sudah ada sejak tahun 1960-an. Jadi jika ada mahasiswa masih hobi demo maka itu kemunduran,” paparnya.

Emil pun menghadirkan contoh bagaimana seharusnya mahasiswa berjuang. “Lihat Soekarno, ketika usia 23 tahun dia seorang mahasiswa. Dia fokus dan tekun sekali dalam belajar dan berorganisasi. Tiba saatnya pada usia 40 tahun dia bisa menjadi presiden RI. Anak muda secara umum memang belum saatnya memimpin saat ini, tetapi berlatihlah menjadi pemimpin sejak dini.”

Hebatnya Islam

Islam adalah agama yang mengajarkan setiap jiwa untuk melakukan perubahan diri sebelum melakukan perubahan pada yang lain, baik itu keluarga apalagi masyarakat.
Setelah rampung merubah diri sendiri maka insya Allah akan bisa menjaga keluarga sendiri. Dan, Allah telah memperingatkan dengan tegas bahwa setiap Muslim wajib menjaga diri dan keluarganya dari ancaman atau bahaya api neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”(QS. At Tahriim [66]: 6).

Jadi Islam sangat identik dengan perubahan diri dan keluarga. Itulah mengapa pemikir Syed Muhammad Naquib Al-Attas pernah menjabarkan bahwa konsep terbaik dalam upaya membangun peradaban adalah dengan membangun individu-individu yang baik (sholeh). Bukan dengan membangun komunitas. Sebab komunitas itu adalah kumpulan individu. Manakala mayoritas individunya baik maka baiklah komunitas itu.

Teori perubahan diri inilah yang digunakan para pemimpin Islam sejak awal. Umar berhasil memimpin peradaban Islam dengan sangat baik karena ketatnya beliau dalam menjaga diri dari penyimpangan iman. Pengawasan Umar terhadap diri dan keluarga pun sangat luar biasa ketatnya. Umar yakin betul bahwa jika dirinya gagal merubah diri maka yang dipimpinnya pun tidak akan pernah mau dan bisa berubah.

Demikian pula halnya dengan para ulama. Imam Ghazali misalnya, ketika melihat situasi sosial masyarakat sudah tidak lagi memperhatikan dan mengutamakan tegaknya agama dalam keseharian. Beliau langsung melakukan perenungan untuk menciptakan satu perubahan diri.

Akhirnya dari proses panjang melakukan perubahan diri lahirlah kitab Ihya ‘Ulumuddin. Kitab fenomenal yang menginspirasi umat Islam hingga dewasa ini. Ihya ‘Ulumuddin dipandang sebagai bentuk kontribusi Imam Ghazali yang terbesar bagi kemenangan umat Islam dalam menghadapi tentara Salib yang digeneratori oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.

Jadi sebenarnya sederhana. Ketika kita ingin merubah situasi bangsa dan negara ke depan maka mulailah perubahan itu pada diri sendiri. Orang bijak berkata, “Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself.”

Merubah diri itulah yang menjadi kunci utama perubahan dunia. Muhammad Sulthan Al-Fatih mampu menaklukkan Konstantinopel, sebuah kota yang tak terkalahkan lebih dari 7 abad lamanya oleh ratusan atau bahkan mungkin ribuan serangan.

Apa rahasia Sultan Muhammad Al-Fatih mampu menaklukkan Benteng Konstantinopel yang pernah disampaikan oleh Rasulullah sebagai kota yang akan ditaklukkan itu? Tiada lain adalah perubahan diri. Al-Fatih selama lebih dari 17 tahun benar-benar mendesain diri untuk menjadi pemimpin unggul. Bahkan sejak usia baligh pejuang yang dijuluki Pedang Malam itu tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud (qiyamul lail) dalam semalam pun. Apalagi shalat jama’ah, sholat rawatib saja beliau tidak pernah ketinggalan.

Pantas jika kemudian Allah memberikan satu teguran keras kepada umat Islam bahwa tidak akan ada kemenangan sebelum ada kesiapan dari umat Islam. Allah tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum, hingga kaum itu sendiri mau sungguh-sungguh melakukan perubahan.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. 13 : 11).

Maka rencanakanlah perubahan dalam hidup kita untuk benar-benar menjadi Muslim yang baik sedini mungkin. Jika tidak maka kita benar-benar akan berada dalam kerugian yang besar.

Rasulullah mengingatkan kita bahwa siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka beruntunglah dia. Siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka merugilah dia. Dan, siapa yang esok lebih buruk dari hari ini maka celakalah dia.

Sebuah pesan perubahan diri yang sangat gamblang. Jadi tidak berlebihan jika kemudian ada ungkapan, ‘Ubahlah dirimu niscaya dunia akan berubah di tanganmu’. Kapan, sejauh memang kita ada kesungguhan (jihad) untuk mendapatkan energi besar, taufik dan hidayah kepada Allah.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ankabut [29]: 69).

Semoga kita termasuk bagian orang-orang yang berubah dalam kondisi lebih baik agar Allah Subhanahu Wata’ala bisa menurunkan taufiq nya kepada kita. Sebab jika kita ingin mengubah dunia, satu hal yang harus dilakukan adalah perubahan yang ada pada diri kita lebih dulu.

 

Perpisahan Jalan Terbaik agar Tak Saling Menyakiti Lagi

 


Dalam sebuah hubungan, ada kalanya perpisahan terjadi. Sebuah perpisahan yang terjadi pun tak selalu karena sudah tak ada cinta, melainkan agar tidak makin saling menyakiti satu sama lain. Perpisahan bisa menjadi pilihan terbaik agar tidak makin saling menyakiti lebih dalam lagi.

Tak ada manusia yang sempurna, tak ada hubungan yang benar-benar sempurna juga. Ada pasangan yang tak bisa terus bersama karena ada hal-hal yang terjadi di luar kendali mereka. Perpisahan kadang diambil karena tak ingin saling menyakiti lagi. Tentu saja tak mudah, tapi perpisahan kadang perlu dipilih agar bisa sama-sama membuka jalan yang lebih baik lagi ke depannya.

Perpisahan Bisa Menjadi Awal untuk Kebahagiaan Baru

“The reason it hurts so much to separate is because our souls are connected. Maybe they always have been and will be. Maybe we've lived a thousand lives before this one and in each of them we've found each other. And maybe each time, we've been forced apart for the same reasons. That means that this goodbye is both a goodbye for the past ten thousand years and a prelude to what will come.”― Nicholas Sparks, The Notebook

Jika terus bersama hanya menambah luka, maka perpisahan menjadi jalan keluar terbaik yang perlu diambil bersama. Daripada terus saling menyakiti dalam hubungan, ada baiknya untuk berpisah dan mengambil jalan masing-masing. Sebuah perpisahan bisa jadi awal untuk sebentuk kebahagiaan baru. Mungkin dengan memilih jalan berbeda, ada kebaikan dan kebahagiaan baru yang dapat diperoleh.

 Perpisahan Memang Menyakitkan, tapi Itu Lebih Baik daripada Saling Melukai

“The story of life is quicker than the wink of an eye, the story of love is hello and goodbye... until we meet again”― Jimi Hendrix

Kita semakin menyadari bahwa kendali kita terbatas dalam hidup ini. Termasuk kendali kita dalam menjalani sebuah hubungan. Tentu saja kita berharap setiap hubungan bisa terus harmonis dan langgeng, bahkan kalau bisa selamanya sampai maut memisahkan. Namun, kenyataannya tidak semua hubungan bisa dipertahankan. Ada hubungan yang pada akhirnya perlu disudahi supaya tidak saling melukai semakin dalam lagi. Daripada terus melukai dan menyakiti, perpisahan bisa diambil agar bisa saling membebaskan.

Berpisah Tak Selalu Berarti Saling Benci atau Mendendam

“Every meeting led to a parting, and so it would, as long as life was mortal. In every meeting there was some of the sorrow of parting, but in everything parting there was some of the joy of meeting as well.”― Cassandra Clare, Clockwork Princess

Hubungan yang diawali dengan cara baik-baik, ketika harus berpisah maka perlu dilakukan dengan baik-baik juga. Ada kenangan dan memori bersama yang terbentuk, biarlah itu jadi bagian dari hidup. Tak perlu saling benci, apalagi mendendam. Saling mendoakan saja dalam kebaikan.

Bagi yang harus berpisah, semoga ada kebahagian dan kebaikan baru yang bisa didapat. Tidaklah mudah ketika mengambil keputusan untuk berpisah, tapi jika pilihan itu harus diambil maka lakukan demi kebaikan bersama. 

 #salam dari RAKESH

Selasa, 01 Maret 2022

CINTA & HAKEKAT



 AFILIASI cinta adalah hubungan yang manusiawi. Seseorang berhak untuk mencintai lawan jenisnya, bahkan kepada seseorang yang sudah menikah pun itu boleh saja dengan batasan-batasan tertentu saja. Karena cinta itu natural tanpa kita sadari cinta itu tumbuh dengan tiba-tiba tanpa dugaan ataupun semacamnya. Tidak bisa di jelaskan secara terperinci mengapa rasa cinta itu timbul. Sehingga, bisa dikatakan cinta itu tidak rasional akan tetapi emosional.

Cinta tidak diakalkan, akan tetapi dirasakan. Dengan sifatnya yang natural tersebut, hakikat cinta dalam pandangan hukum maka tidak wajib, tidak sunah, tidak mubah, tidak makruh, maupun tidak haram, dan lebih condong ke bentuk kemaslahatan atau ke-mudharat-an. Tergantung si pelaku cinta.

Kecintaan terhadap seseorang yang terlalu berlebihan menimbulkan kebutaan secara dlohiriyah maupun batiniah yang menimbulkan penderitaan sepanjang benang tanpa masa. Cinta membuat kita tuli. Dan tuli itu adalah penderitaan bagi sang pencinta. Bahkan cinta membuat orang waras menjadi sinting, dan sinting membuat penderitaan bagi sang pencinta. Dan puncak penderitaan itu adalah kerinduan yang terus menalar ke sekujur tubuh tanpa ampun untuk memuja yang dicinta. Demi sebuah cinta, seseorang rela ditimbun berbagai macam reaksi respons terhadap jiwa yang menggebu-gebu tanpa rasa ampun. Sehingga apa pun permintaannya dengan usahanya yang heroik untuk mewujudkannya demi seseorang yang dicinta.

Saling memahami antar pasangan adalah sebuah kunci keharmonisan untuk mencapai tujuan utamanya. Yaitu sakinah mawaddah warohmah. Allah pun menegaskan dalam Alquran tentang hidup berpasangan. Baik manusia maupun hewan, yang keduanya sama-sama merupakan manifestasi atas kekuasaan-Nya di dunia. Sebagai bukti bahwa benar-benar Allah-lah Tuhan yang mempunyai otoritas kekuasaan di dunia maupun di akhirat.

Hidup berpasangan, yaitu saling mengisi apa kekurangan untuk saling melengkapi dengan tujuan agar mendapat keridaan sang Tuhan untuk mendapat kebahagiaan dan keharmonisan di dunia dan di akhirat. Adanya pasangan antara laki-laki dan perempuan sangat berdampak pada kehidupan selanjutnya sebagai generasi bangsa yang berkualitas untuk menunjukkan eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat di dunia untuk mencapai kemaslahtan.

Posisi cinta ada kalanya sebagai penyebab dari suatu akibat, atau menjadi akibat dari suatu penyebab. Apabila cinta timbul sebagai akibat maka hal tersebut bisa menjadi pendorong dan mampu untuk melakukan maupun tidak melakukan kegiatan yang lebih cenderung ke arah positif maupun negatif. Nah, di situ sebab itu sebagai proses yang mana kadang kala tanpa kita sadari dan kita ketahui oleh suatu perencanaan tanpa kepastian seperti halnya demikian cinta itu natural. Dan tiap-tiap perilaku yang bisa menimbulkan rasa cinta yang berimplikasi kepada hal positif harus dilakukan. Begitu juga dengan tiap-tiap perilaku yang bisa menimbulkan rasa cinta yang berimplikasi pada hal negatif harus dijauhi. Karena hal demikian yang menjadi prosesor ke depannya, apakah benar-benar saling menjaga komitmen ataupun saling mengingkari.

Cinta itu indah apabila kita benar-benar menemukan hakikat cinta yang sebenarnya dan tak lepas dari koridor ajaran syariat Islam itu sendiri sebagai orang muslim dan muslimah. Syariat Islam lebih cenderung ke arah larangan-larangan daripada perintah-perintah akan pembahasan cinta, dan sebagian dari aturan syariat itu bersifat preventif, dan sebagian bersifat kuratif. Pada dasarnya syariat hanya mengatur bagaimana hubungan sebuah percintaan tanpa bermuara dan memasuki jurang yang dimurkai oleh Allah.

Ada beberapa larangan dalam syariat mengenai bagaimana menggapai cinta yang utuh tanpa menodai keringnya iman. Yaitu berupa larangan melihat, larangan berduaan, larangan menyentuh, larangan bercampur baur. Syariat lebih mengatur pada larangan-larangan serta pencegahan tentang hubungan percintaan. Tanpa kita ketahui cinta itu hal yang krusial untuk diatur apalagi pada era modern saat ini yang dengan mudahnya menyatakan kata cinta tanpa mengetahui makna hakikat cinta yang sebenarnya. Sehingga dengan hal tersebut kita akan mudah terdorong ke arah negatif, yang bisa kita lihat saat ini maraknya kasus hamil sebelum nikah yang dilakukan remaja kini.

Lalu, bagaimana agar terhindar dari jurang kenistaan? Yaitu dengan pernikahan. Nikah adalah ikatan janji suci antara laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama sehidup semati. Ikatan janji pernikahan juga di sebutkan dalam Alquran, yaitu mitsqan galizan (perjanjian yang kuat) karena dengan pernikahan alam semesta menjadi saksi sahnya berdirinya cinta yang suci dan penuh harap keridaan dari Tuhan. Manajemen cinta tak lepas dari aturan syariat yang berisi tentang larangan dan pencegahan karena lebih cenderung ke arah negatif daripada positif. Sehingga untuk meraih cinta yang sebenarnya dan diridai tak semudah membalikkan telapak tangan. 

SALAM SAYANG DAN RINDU SELALU

"DF"

Rabu, 14 Oktober 2020

TIPS JITU BERBISNIS KONVEKSI (berbagi pengalaman)

 https://www.youtube.com/watch?v=Fj8a1_LIP9Y



Hingga saat ini, bisnis konveksi masih menjadi salah satu bisnis yang sangat diminati. Bagaimana tidak, usaha satu ini memang tidak pernah lesu dan mampu bertahan di berbagai kondisi. Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia, tak mengherankan jika bisnis konveksi selalu diandalkan.

Mengingat permintaan pasar terhadap kebutuhan pakaian relatif stabil, bisnis konveksi menawarkan potensi keuntungan yang menggiurkan. Dengan dukungan teknologi saat ini, distribusi produk konveksi menjadi semakin mudah, salah satunya melalui bisnis online. Fakta tersebut membuat peluang bisnis konveksi patut Anda pertimbangkan.

Meski keuntungannya menggiurkan, diperlukan langkah cerdas dalam mengelola bisnis konveksi. Hal ini penting agar bisnis konveksi selalu berjalan lancar. Oleh karena itu, sebelum Anda memilih bisnis konveksi, Anda perlu memahami seluk beluk, potensi, hingga cara memaksimalkan laba.


























 

Mengenal Seluk Beluk Bisnis Konveksi

Bisnis konveksi pada dasarnya merupakan bisnis yang memproduksi sebuah barang mentah menjadi barang jadi. Menggunakan kain atau tekstil sebagai bahan bakunya, bisnis ini berhubungan erat dengan pekerjaan jahit-menjahit. Indonesia sendiri memiliki berbagai jenis bisnis konveksi, mulai dari kaos, seragam, baju, dompet, sepatu, sandal, hingga tas. Berbagai jenis bisnis konveksi ini terus tumbuh dan semakin besar seiring waktu berjalan.

Pada awal perjalanannya, bisnis konveksi di Indonesia masih tergolong sangat sederhana. Dengan hanya menggunakan ruang kosong di rumah dan beberapa mesin jahit sederhana, bisnis konveksi sudah bisa berjalan. Modal yang tidak terlalu besar membuatnya menjadi bisnis yang cukup mudah untuk dimulai. Hingga kini, bisnis konveksi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mulai berwirausaha.

Potensi Bisnis Konveksi dengan Adanya E-commerce

Munculnya gelombang e-commerce di Indonesia membuat peluang bisnis konveksi semakin besar. Apalagi kini bisnis fashion telah terbukti menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan untuk dijual secara online. Semua orang kini dapat mengikuti perkembangan tren fashion dengan mudah dan membeli produk yang diinginkan dengan mudah pula. Dengan begitu, tidak salah jika bisnis konveksi memiliki potensi keuntungan tinggi.

Selain itu, ketergantungan orang pada perangkat digital serta keinginan untuk hidup serba praktis menjadikan keberadaan e-commerce sebagai angin segar bagi pebisnis konveksi. Anda dapat melakukan promosi produk melalui e-commerce atau media sosial. Tanpa perlu keluar modal besar, produk Anda bisa dijual dengan lancar.


Memaksimalkan Laba dengan Efisiensi Anggaran

Jika ingin mendapatkan keuntungan besar, Anda harus mampu melakukan efisiensi anggaran secara maksimal. Berikut 5 cara memaksimalkan efisiensi anggaran dalam bisnis konveksi:

  1. Manfaatkan ketersediaan lahan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bisnis konveksi tergolong sederhana. Anda dapat menggunakan ruangan yang ada di sekitar rumah, seperti garasi, teras, hingga ruang tamu. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa tempat produksi.
  2. Tentukan harga produk yang menarik. Penentuan harga merupakan bagian dari efisiensi anggaran. Jika harga mahal, produk Anda terancam tidak laku karena overpriced. Namun, jika terlalu murah Anda akan merugi. Oleh karena itu, Anda harus pertimbangkan harga bahan, tingkat kesulitan, dan lama pengerjaan untuk menentukan harga yang paling sesuai. Tetapi, jangan lupa berikan diskon untuk pelanggan setia, agar mereka juga selalu setia dengan produk Anda. Dengan harga barang yang menarik dan sesuai pasaran, secara otomatis pelanggan akan membeli produk Anda. Jadi promosi gratis bukan?
  3. Lakukan diferensiasi produk. Alokasikan sejumlah dana untuk melakukan diferensiasi terhadap produk kompetitor. Dengan diferensiasi, produk Anda akan memiliki ciri khas, sehingga pelanggan lebih mudah mengingat brand konveksi Anda. Ketika brand sudah dikenal, biaya promosi dapat lebih ditekan.
  4. Buatlah website dan aktif di media sosial. Kedua hal ini tidak membutuhkan alokasi dana yang besar. Meski demikian, promosi melalui website dan media sosial dapat memberikan impact signifikan.
  5. Pilih bahan baku yang terjangkau namun berkualitas. Sebelum mulai produksi, pilih penjual bahan baku yang memberikan harga terjangkau. Meski demikian, jangan abaikan kualitas barangnya, agar pelanggan Anda tidak kecewa. Dengan menghemat pengeluaran bahan baku, margin keuntungan Anda akan semakin besar.

Maksimalkan laba bisnis konveksi Anda dengan lima langkah efisiensi anggaran di atas. Dengan menerapkan cara tersebut, bisnis Anda akan semakin menguntungkan. Besarnya permintaan pasar disertai dengan keberadaan e-commerce akan menambah potensi kesuksesan usaha modal kecil ini.

adapun tantangan yang akan dihadapi :

 

Tantangan dalam usaha konveksi yang sering terjadi

Tantangan dalam usaha konveksi yang sering terjadi adalah bahan pembuatan pakaian atau seragam. Meskipun Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tidak semua bahan bisa didapat dari dalam negeri terutama untuk bahan yang berkualitas melainkan harus mengimpornya dari luar negeri.

Ketidakstabilan harga bahan-bahan impor inilah yang terkadang menjadi kendala para pengusaha konveksi dalam pembuatan produk mengingat permintaan konsumen yang juga tidak menentu.

Selain bahan, mesin produksi juga menjadi tantangan yang berpengaruh besar dalam usaha jahit konveksi. Rata-rata mesin yang digunakan dalam Usaha konveksi adalah mesin yang dikirim dari luar negeri sehingga harga sangat mahal. Harga yang sangat mahal ini membuat sebagian pengusaha tidak bisa membelinya dalam jumlah banyak dan hanya bisa memiliki beberapa saja.

Dengan begitu maka hasil produksi yang dihasilkan juga tidak maksimal. Sebenarnya tidak mengapa jika menggunakan mesin yang murah, namun kualitasnya sangat jauh dibanding dengan mesin impor yang canggih dan berkualitas sangat baik.

Tantangan yang paling terasa dalam usaha jahit konveksi adalah sumber daya manusia. Pemilihan karyawan tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena berkualitas tidak-nya produk usaha anda juga dipengaruhi oleh karyawan. Jika karyawan yang anda pilih memiliki kemampuan dan keterampilan menjahit tentunya bisa membuat barang produksi lebih berkualitas dibanding menggunakan karyawan yang asal-asalan.

Salah satu cara yang sering digunakan para pengusaha konveksi untuk bisa mendapatkan karyawan yang tepat adalah dengan bekerja sama pada sebuah pendidikan UKM. UKM tersebut yang akan memberikan pelatihan untuk para calon karyawan konveksi, kemudian setelah lulus dalam pelatihan tersebut langsung ditempatkan ke berbagai tempat usaha jahit konveksi.

Tantangan yang selanjutnya adalah pesaing produk pakaian jadi dari luar negeri. Hingga saat ini para masyarakat masih mencintai produk luar negeri karena dirasa lebih berkualitas dibanding produk dalam negeri. Para konsumen juga lebih bangga menggunakan produk luar negeri.

hal lain yang dihadapi adalah kebanyakan dari apa yang kita kerjakan baik produk dan bahkan postingan iklan di media sosial baik yang berupa deskripsi penggunaan kata, foto dan video yang menarik para pesaing kita mencoba meniru bahkan nekat menduplikat semuanya ketika usaha yang kita jalankan mendapat respon yg positif dr konsumen dan para pengguna media sosial.

Untuk mengatasi hal ini banyak pengusaha jahit konveksi harus memberikan harga murah untuk setiap produknya agar konsumen lebih tertarik untuk menggunakan barang atau produk dari usaha konveksi tersebut.

Itulah beberapa tantangan yang sering terjadi pada usaha jahit konveksi yang harus anda ketahui. Semua tantangan itu tentunya bisa saja dihadapi dengan berbagai usaha. Dengan memberikan kualitas terbaik pada setiap produk dan barang yang anda produksi maka konsumen akan memberikan kepercayaan kepada jasa jahit konveksi anda.

Selain itu berikan harga terbaik, jangan mengejar keuntungan yang terlalu tinggi karena harga yang terlalu mahal tidak akan membuat para konsumen mau menggunakan produk tersebut. Pelayanan yang baik untuk setiap relasi dan rekan kerja juga bisa membantu anda untuk tetap bisa membuat jasa konveksi anda terus berkembang dan sukses.

 


 salam hangat dari kami RAKESH GROUP PALEMBANG

KONVEKSI ZALIKHA PALEMBANG

KONVEKSI MONNALISA PALEMBANG

KONVEKSI SYAKILA PALEMBANG

PUTRI KONVEKSI RAKESH GROUP

CP DAN WA 085382902556



 





Jumat, 25 September 2020

KISAH INSPIRATIF (jauhkan dari pandangan tinggalkan dari ingatan)



Pada beberapa waktu lalu saya bertemu kembali dengan seseorang yang pola fikirnya membuat saya kagum sekali, beliau berdiri dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya ditempat biasa kami sering berbagi cerita disana. Yaitu sebuah toples kaca yang kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan pasir. aku memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. aku pun bertanya-tanya, trik baru atau adakah permainan sulap apalagi? apa yang ingin beliau akan lakukan dan aku mencoba untuk menebak demonstrasi apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian.

Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, beliau mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples kaca yang kosong tersebut satu per satu. akupun pun bingung, namun beliau tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher tabung, beliau berbicara untuk pertama kalinya saat itu. Dia bertanya kepada saya apakah kamu pikir toples itu sudah penuh? saya dan teman sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.



beliau itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil tersebut menemukan celah di antara batu-batu besar. beliau lalu kemudian mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap pada celah yang terdapat di dalam toples. Ia kemudian kembali bertanya kepada saya dan teman saya apakah toples itu sudah penuh, dan saya pun kembali sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.

saya dan teman saya sekarang tahu apa yang akan beliau lakukan selanjutnya, tapi saya pribadi dan teman saya masih tidak mengerti mengapa beliau melakukannya. beliau lalu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayones. Pasir, seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam stoples. beliau untuk terakhir kalinya bertanya pada saya dan teman saya lagi, apakah toples itu sudah penuh, dan jawabannya adalah sekali lagi : YA. tak salah lagi

beliau lalu kemudian menjelaskan bahwa toples mayones adalah analogi untuk kehidupan. Dia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu : Kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua hal yang membuat hidup yang lengkap.



Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup anda nyaman seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil baru anda. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting di dalam hidup anda.

beliau menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula, mengacaukan hidup anda dengan hal-hal kecil akan menyebabkan anda tidak memiliki ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar berharga.

Pesan Moral yang akhirnya saya bawa pulang : Perhatikan segala sesuatu yang penting demi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk bersama dengan anak-anak dan orang terkasih anda. penipu, pembohong, dan pengkhianat tetaplah kan menerima karmanya sendiri, Selesaikan pekerjaan anda ketika anda berada di kantor, jangan sibuk sendiri saat anda sedang berkumpul dengan keluarga. ingat !!! Dendam terhadap seseorang tidak akan bermanfaat untuk kehidupan anda jauhkan dari pandangan tinggalkan dari ingatan. Dapatkan prioritas anda sekarang dan bedakan antara batu, kerikil, dan pasir tsb.

salam sayang dan cinta dari kami selalu rakesh group palembang

Minggu, 30 Agustus 2020

SIMAK!!! cara cerdas & bijaksana menghadapi orang yang tak disuka

Nggak semua dari kamu nggak tahu caranya bersopan santun terhadap orang yang nggak kamu sukai.

Setiap dari kita pasti ingin diperlakukan dengan baik. Sayangnya, fakta menunjukkan tidak semua orang dapat memperlakukan kita baik. Ada saja yang nyinyir sama kamu atau menyebar rumor nggak sedap tentang kamu. Begitu pula sebaliknya kamu kepada mereka. Benar, kan?

Namun begitu, nggak semua dari kamu nggak tahu caranya bersopan santun terhadap orang yang nggak kamu sukai. Hanya orang-orang cerdas secara emosional yang mampu memperlakukan orang yang bikin dia kesal dengan cara yang tepat. Mau tahu seperti apa caranya?


1. Menerima bahwa setiap orang memiliki standar penilaian sendiri-sendiri



Yup, orang pintar nggak akan mengeneralisasi sesuatu terhadap orang yang nggak dia sukai. Dia menyadari bahwa orang lain bersikap tidak sama seperti harapannya karena memiliki standar penilaiannya sendiri, bukan karena keseluruhan orang tersebut buruk.

2. Nggak abai terhadap orang yang nggak disukai




Orang pintar akan bersikap profesional terhadap orang yang nggak disukai. Dia akan menghargai kalau orang yang nggak disukai mampu menyampaikan ide brilian, tapi juga nggak meremehkan kalau ide yang disampaikan kurang tepat sasaran atau tujuan.

3. Bersikap sopan


Orang pintar akan tetap bersikap sopan terhadap orang yang nggak disukai setiap kali keduanya terlibat interaksi. Dia akan menunjukkan prinsip kamu akan diperlakukan sama seperti kamu memperlakukan orang lain.

4 bercermin diri



Selalu ada alasan orang bersikap buruk terhadap orang lain. Atas dasar inilah, orang cerdas akan mengoreksi diri sendiri setelah mendapat perlakuan dari orang lain yang membuatnya jengkel sama orang tersebut. Bisa saja karena ulahnya yang tak disadari oleh diri sendiri, orang lain jadi berulah buruk terhadapnya.


5. Menenangkan diri dahulu


Pilihan orang cerdas saat menghadapi orang yang nggak dia sukai adalah mencari pelampiasan lain yang positif. Takut pikiran keruh dan bertindak ngawur, maka orang pintar akan menenangkan diri, misalnya relaksasi atau justru mencari hiburan tersendiri sampai amarahnya hilang. Dia nggak mau melampiaskan serta merta kepada orang yang nggak disukai. Sebab, dia takut salah-salah keputusannya keliru hanya akibat ketidaksukaan atau urusan personal.


6. Tahu cara berkomunikasi yang baik


Orang pintar nggak akan asal tuding semua permasalahan adalah ulah orang yang nggak dia sukai. Dia bukan tipikal orang yang suka mencari kambing hitam. Orang pintar akan menyampaikan secara baik-baik tentang fakta yang sebenarnya, dengan gaya intelek, sopan, dan elegan.


7. Mengambil jarak sementara



Yup, orang cerdas akan merasa lebih baik jika dia dan orang yang nggak dia sukai saling menjaga jarak satu sama lain. Hal ini bertujuan supaya nggak ada suasana tegang yang selalu menyelimuti mereka dan lingkungan sekitar. Dengan mengambil jarak sementara waktu, akan membantu penjernihan pikiran keduanya sehingga keputusan bersikap saat berinteraksi lagi nanti bisa lebih bijaksana.


salam sayang selalu dari kami rakesh group.

Kamis, 09 Juli 2020

BIARLAH BERLALU JANGAN MELIHAT KEBELAKANG TETAP JADIKAN PEMBELAJARAN



Seiring berjalannya waktu, sesuatu atau seseorang yang kita kenal dulu mungkin saja sekarang sudah berubah. Apalagi jika hal tersebut memiliki dampak pada masa kini. Semuanya pasti tidak akan sama lagi dan sulit untuk kembali seperti semula. Semua yang terjadi pada kita atau hanya terjadi di lingkungan kita secara langsung atau tidak langsung membentuk kita. Proses perubahan itu tidak akan terjadi secara mudah. Tidak dalam sekejap. Maka untuk mengubah masa lalu tidaklah mudah. Meskipun masih ada kemungkinannya. Sama saja seperti tulang yang patah. Ketika tulang kita patah, mungkin akan tersambung tapi tidak akan sama seperti semula. Pasti ada yang berubah. Sama dengan masa lalu yang sudah tidak bisa diubah. Kita harus belajar merelakan, tidak lagi terus mengingat rasa sakit yang pernah dirasakan. Saat kita sudah bisa merelakan kita baru akan bisa mengalihkan fokus ke hal yang jauh lebih butuh diperhatikan. Hal yang lebih membutuhkan energi kita dibanding yang sudah selesai.
Tidak terkecuali aku. semua pernah merasakan hal disakiti seseorang di masa lalu. Bahkan kini hubungan dirasa tidak lagi sama. Salah satu cara aku untuk sembuh dari rasa sakit itu pun adalah dengan menutup pintu hubungan dengan orang itu. Completely. Bisa dibilang harus tidak malu dengan tindakanku ini. I think we’re allowed to do whatever brings you peace and healing. Tapi bukan berarti dia adalah orang yang toxic. Menurutku tidak ada namanya orang toxic. Kata-kata “elo toxic banget” sudah terlalu mudah dilontarkan sampai-sampai konteksnya sudah berubah di era sekarang ini.
Menurutku banyak orang yang tidak sadar bahwa toxic itu datang dari dua arah. Makanya waktu kita merasa suatu hubungan sudah toxic, kita yang harus mawas diri untuk tahu bahwa ini bukan cuma tentang orang tersebut. Ini juga tentang kita yang selama ini tidak baik dalam menghadapi keburukan dia. Dengan kita memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan dia bukan berarti kita merasa langsung baik-baik saja. kita harus tarik garis jauh ke belakang untuk membenahi masalah diri sendiri yang menurutku akan berkontribusi ke tidak-sehatnya hubungan kemarin. 
I think we’re allowed to do whatever brings you peace and healing.
Bukan juga berarti dengan meninggalkan seseorang kita tidak pernah takut kehilangan seseorang. Tentu saja kita pernah merasa demikian. Tapi kita akhirnya akan menyerahkannya lagi ke Tuhan. kita harus  percaya semua yang dipertemukan di sini, di dunia, semata-mata hanya dengan kehendak-Nya. kita hanya bisa berharap semoga selama kita bertemu semua tujuan awalnya terselesaikan. Pada akhirnya pasti akan ada pelajaran dari setiap orang yang kita temui. Itulah mengapa kita pun tidak pernah menyesali apa yang terjadi di masa lalu hingga sekarang. Menurutku tidak baik menyesali apa yang telah terjadi di masa lalu.

Aku percaya semua yang dipertemukan di sini, di dunia, semata-mata hanya dengan kehendak-Nya. kita hanya bisa berharap semoga selama kami bertemu semua tujuan awalnya terselesaikan.
Salah satu cara untuk bisa perlahan membaik adalah juga dengan tidak menyimpan sendiri perasaan. Tidak menyangkal perasaannya dan berusaha baik-baik saja di depan orang lain. Bagiku, justru orang yang tidak pandai memroses emosi dan merilis energi buruk keluar dari hati dan pikirannya hanya akan termakan oleh semua racun yang dia buat sendiri. Itulah mengapa rasanya amat penting untuk belajar mengeluarkan energi buruk. Dengan cara yang baik tentunya. Rasanya itu juga yang akhirnya menjadi pelajaran berharga dari masa lalu yang membentuk karakter kita saat ini. Meski banyak pelajaran berharga lainnya yang akan kita dapat tapi aku merasa berbicara dengan diri sendiri adalah cara untuk bisa melepaskan energi buruk dalam diri. Ini pun bisa aku jadikan cara untuk dapat lebih mengenal diri sendiri.
Bagiku, justru orang yang tidak pandai memroses emosi dan merilis energi buruk keluar dari hati dan pikirannya hanya akan termakan oleh semua racun yang dia buat sendiri.

salam sayang selalu dari rakesh